Dunia
usaha yang semakin berkembang menyebabkan persaingan di antara
perusahan-perusahaan yang ada semakin ketat dan menuntut perusahaan untuk
selalu mengembangkan strategi agar dapat
menyesuaikan serta bertahan atau
bahkan berkembang. Perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat
agar bisa mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Pemilihan
strategi yang baik dan tepat akan membawa perusahaan bertahan pada ketatnya
persaingan saat ini dan bahkan akan membawa perusahan menuju kemakmuran. Dalam
membuat corporate strategy, perusahaan tidak dapat terlepas dari
keputusan-keputusan strategik yang harus diambilnya.
Salah
satu keputusan yang dapat digunakan perusahaan adalah melakukan promosi produk
untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memasarkan produknya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara aktif
dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan.
Promosi juga dikatakan sebagai proses berlanjut karena dapat menimbulkan
rangkaian kegiatan perusahaan yang selanjutnya. Karena promosi itu dipandang
sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
seseorang atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran. Salah
satu bagian promosi yang dapat dilakukan perusahaan adalah publisitas (hubungan
masyarakat).
Pengertian Hubungan Masyarakat /
Publisitas
Banyak pakar mendefinisikan pengertian hubungan
masyarakat
berdasarkan sudut pandang masing-masing. Jika ditinjau dari aspek manajemen,
maka hubungan masyarakat didefinisikan sebagai fungsi
manajemen yang menilai setiap publik, menentukan kebijaksanaan seseorang atau
organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan program
kegiatan untuk meraih pengertian dan dukungan publik. Berdasarkan definisi ini
ada tiga sifat hubungan masyarakat yang
utama. Pertama,
kredibilitas tinggi, dimana artikel dan berita di media massa lebih dipercaya
daripada iklan. Kedua, offguard yakni
Hubungan masyarakat dapat menjangkau
pihak-pihak yang menghindari wiraniaga atau iklan. Yang ketiga, dramatization yaitu Hubungan masyarakat memiliki potensi untuk
mendramatisasi suatu perusahaan atau produk tertentu.
William dalam
Buchari (2004 : 188) mendefinisikan bahwa hubungan masyarakat adalah kegiatan komunikasi yang
dimaksudkan untuk membangun image
yang baik terhadap perusahaan, menjaga kepercayaan dari para pemegang saham.
Lupiyoadi (2006 : 110) bahwa hubungan masyarakat
merupakan kiat pemasaran penting lainnya, dimana perusahaan tidak harus
berhubungan hanya dengan pelanggan,
pemasok, dan penyalur, tetapi ia juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan publik yang lebih
besar.
Boyd, dkk
(2000 : 66) Hubungan masyarakat adalah
stimulasi permintaan yang tidak dibayar dan nonpribadi atas sebuah produk, jasa
atau unit bisnis dengan menghasilkan berita-berita menarik tentang hal tersebut
atau presentasi yang disukai tentang hal tersebut di media.
Tjiptono (2009 : 230) bahwa hubungan masyarakat
merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi
persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan
tersebut.
Banyak orang
yang menyamakan hubungan masyarakat
ini dengan publisitas. Publisitas
adalah merupakan cara yang biasanya digunakan juga oleh
pengusaha untuk membentuk pengaruh secara tak langsung kepada konsumen agar
mereka menjadi tahu dan menyenangi produk tersebut di media masa.
Definisi menurut
Indriyo Gitosudarmo(2000:240) Publisitas adalah “ Suatu alat promosi yang mampu
membentuk opini masyarakat secara cepat, sehingga disebut sebagai suatu usaha
untuk mensosialisasikan atau memasyarakatkan suatu produk”. Definisi menurut
Basu Swastha (2002:273) Publisitas adalah “Sejumlah informasi tentang
seseorang, barang, atau organisasi yang disebar luaskan ke masyarakat melalui
media tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor”.
Perluasan
Hubungan Masyarakat / Publisitas
Perluasan peran dan fungsi Hubungan masyarakat menurut Wasesa (2006 : 71) dapat
dilakukan dengan :
1) Perluasan
untuk kepentingan internal perusahaan. Yaitu menekankan bagaimana hubungan masyarakat
juga bertanggung jawab untuk membentuk citra perusahaan di kalangan stakeholder
internal, baik karyawan, manajemen ataupun komisaris. Selain membantu
mengembangkan loyalitas, Hubungan
masyarakat juga bertanggung jawab mendukung manajemen dalam menciptakan
kenyamanan bekerja di perusahaan. Baik saat perusahaan dalam keadaan baik
maupun dalam perubahan manajemen.
2) Perluasan
untuk kepentingan eksternal perusahaan. Yaitu menekankan bagaimana hubungan masyarakat
harus mendukung kinerja manajemen dalam membangun relasi yang saling
menguntungkan dengan stakeholder eksternal, baik pemegang saham, rekan kerja
perusahaan ataupun konsumen.
Sasaran kegiatan Hubungan Masyarakat /
Publisitas
Ada beberapa sasaran kegiatan Hubungan
Masyarakt adalah sebagai
berikut :
1.
Membangun
identitas dan citra perusahaan (building corporate identity and image)
a.
Meciptakan
identitas dan citra perusahaan yang positif.
b.
Mendukung
kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak.
2.
Menghadapi
crisis (facing of crisis)
Menangani
keluhan (complaint) dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen
krisis dan Hubungan masyarakat recovery of image yang bertugas
memperbaiki lost of image and damage.
3.
Mempromosikan
aspek kemasyarakatan (promotion public
causes)
a. Mempromosikan hal-hal yang menyangkut kepentingan publik.
b. Mendukung kegiatan kampanye sosial, seperti anti merokok
dan menghindari obat-obatan terlarang.
Tahapan Hubungan
Masyarakat / Publisitas
Dalam melaksanakan kegiatan Hubungan masyarakat tersebut, dikenal tahapan-tahapan
untuk mencapai tujuan yang efektif. Tahapan-tahapan tersebut merupakan pola
kegiatan komunikasi atau proses Hubungan
masyarakat. Adapun tahapan-tahapan itu menurut Cutlip (2001 : 111)
dibagi ke dalam empat tahap, yaitu :
1.
Penemuan
Fakta (Fact Finding)
Tahap ini
merupakan tahap dimana kegiatannya lebih difokuskan untuk mengetahui apakah
situasi dan pendapat dalam masyarakat (opini publik) terhadap suatu langkah
yang akan diambil, maupun yang sedang dilaksanakan itu dapat menunjang atau
justru malah akan menghambat kegiatan organisasi atau perusahaan. Data-data dan
fakta dapat diperoleh melalui survei pendapat, baik yang bersifat internal
public maupun yang bersifat eksternal publik dengan menggunakan beberapa
pendekatan. Dalam fase pencarian dan penemuan data atau fakta ini, maka
konsultan Hubungan masyarakat dituntut
untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Selalu
memperhatikan berbagai kejadian atau perkembangan sosial, politik dan juga
ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi organisasi
atau perusahaan.
b.
Mengumpulkan
berbagai macam data untuk diolah menjadi informasi.
c.
Menganalisis
informasi itu agar sesuai dengan keperluan organisasi atau perusahaan.
d. Selalu
siap menyajikan berbagai informasi secukupnya kepada setiap unit organisasi
atau perusahaan.
e.
Menyempurnakan
segala macam informasi yang dirasa masih kurang lengkap atau memadai.
f.
Melengkapi
simpanan data-data dan informasi, antara lain dengan menyelenggarakan
dokumentasi dan mengkliping semua informasi dari media massa yang dianggap
(press clipping).
2.
Perencanaan
(Planning)
Perencanaan
atau planning merupakan bagian penting dalam usaha memperoleh opini publik yang
menguntungkan. Perencanaan ini merupakan bidang yang cukup penting bagi pihak
Hubungan masyarakat, karena merupakan
bagian yang sangat menentukan bagi keberhasilan tujuan organisasi, terutama
tujuan Hubungan masyarakat itu sendiri.
Tugas Hubungan masyarakat yaitu
menghubungkan kegiatan komunikasi dengan kepentingan perusahaan.
3.
Komunikasi
Pada tahap
komunikasi ini, yaitu merupakan penyampaian informasi secara aktif kepada
publik, baik publik internal maupun publik eksternal mengenai apa yang telah
disusun dan juga diprogramkan. Pada proses penyampaian informasi Hubungan masyarakat menggunakan berbagai bentuk,
jenis, dan juga teknik komunikasi agar dapat mencapai efek tertentu seperti
yang diharapkan.
Berdasarkan
hasil fakta dan data yang dikumpulkan (fact
finding), dalam tahap ini sejumlah langkah harus dilakukan, yaitu :
a.
Merumuskan
target atau tujuan yang harus dicapai ketika mengirim pesan tertentu.
b. Mengolah
data yang diperoleh tentang berbagai faktor sosial politik dan lain sebagainya
yang sekiranya diperlukan.
c.
Merumuskan
bagaimana pesan itu harus disebarkan.
d.
Menentukan
teknik komunikasinya.
e.
Memeriksa
kesempurnaan informasi yang diperolehnya pada tahapan awal, yaitu fact finding.
f. Membandingkan
pengalaman-pengalaman pihak lain dan peusahaan itu sendiri. Guna menjadi bahan
pemikiran untuk memperoleh langkah terbaik bagi perusahaan.
g. Mengadakan
analisis data atas informasi yang diperoleh serta merumuskannya sesuai dengan
program kerja, yaitu sesuai dengan situasi dan tempatnya.
4.
Evaluasi
(Evaluations)
Setelah
komunikasi dilaksanakan, maka perusahaan pastinya tertarik untuk mengetahui
dampak atau pengaruh dari tahap komunikasi terhadap publiknya. Untuk
mengetahuinya, maka dilakukanlah evaluasi atau evaluations.
Evaluasi
sendiri adalah tahap terakhir kegiatan Hubungan
masyarakat dari ketiga kegiatan lain yang sudah disebutkan di atas.
Tujuan utama dari evaluasi adalah untuk mengetahui apakah kegiatan Hubungan masyarakat benar-benar dilaksanakan menurut
rencana hasil penelitian berdasarkan hasil dari penelitian atau tidak. Jadi,
tahapan evaluasi sangat penting, karena tanpa adanya penilaian, maka tidak akan
diketahui sampai dimana kelancaran kegiatan Hubungan masyarakat yang telah dilakukan oleh
perusahaan.
Strategi
Hubungan Masyarakat
/ Publisitas
Strategi Hubungan
masyarakat atau yang lebih dikenal dengan bauran Hubungan masyarakat, adalah sebagai berikut :
- Publications
Setiap fungsi
dan tugas Hubungan masyarakat adalah
menyelenggarakan publikasu atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai
media tentang aktivitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas
untuk diketahui oleh publik. Dalam hal ini, tugas Hubungan masyarakat adalah menciptakan berita untuk
mencari publisitas melalui kerjasama dengan pihak pers/wartawan dengan tujuan
menguntungkan citra lembaga atau organisasi yang diwakilinya.
- Event
Merancang
sebuah event yang bertujuan untuk memperkenalkan produk dan layanan perusahaan,
mendekatkan diri ke publik dan lebih jauh lagi dapat memengaruhi opini publik.
Berikut ini beberapa jenis event :
a.
Calender
event
Calender event meliputi kegiatan rutin selalu
diselenggarakan pada waktu tertentu, seperti manyambut hari raya Idul Fitri,
hari Natal, Tahun Baru, hari ulang tahun, dan sebagainya.
b.
Special
events
Event atau acara ajang yang sifatnya khusus dan
dilaksanakan pada momen tertntu di luar acara rutin dari program kerja
Hubungan masyarakat, seperti peluncuran
produk baru (product launching), pembukaan kantor, pabrik baru, jalan baru,
gedung baru, dan sebagainya.
c.
Moment
event
Event atau acara yang bersifat momentum atau lebih khusus
lagi, misalnya menyambut pesta perak, pesta emas, pesta berlian, hingga
menghadapi millenium.
3.
News
(menciptakan berita)
Berupaya
menciptakan berita melalui press release, news letter, buletin, dan lain-lain.
Untuk itulah seorang Hubungan masyarakat
harus mempunyai kemampuan menulis untuk menciptakan publisitas.
- Community involvement (kepedulian pada komunitas)
Keterlibatan
tugas sehari-hari seorang Hubungan
masyarakat adalah mengadakan kontak sosial dengan kelompok masyarakat
tertentu guna menjaga hubungan baik
(community relations humanity relations) dengan pihak organisasi atau lembaga
yang diwakilinya.
- Inform or image (memberitahukan atau meraih citra)
- Lobbying and negotiation
Keterampilan untuk melobi
melalui pendekatan pribadi dan kemampuan bernegosiasi sangat diperlukan bagi
seorang Hubungan masyarakat. Tujuan lobi
adalah untuk mencapai kesepakatan (deal) atau memperoleh dukungan dari individu
dan lembaga yang berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis perusahaan.
- Social Responsibility (tanggung jawab sosial)
Memiliki tanggungjawab
sosial dalam aktivitas Hubungan
masyarakat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kepedulian terhadap
msayarakat. Hal ini akan meningkatkan citra hotel di mata publik. Saat ini
banyak perusahaan menjadikan kegiatan sosial sebagai aktivitas yang harus
dilakukan. Bentuknya beragam seperti peduli banjir, memberikan beasiswa,
santunan anak yatim, pengobatan gratis, dan masih banyak kegiatan lainnya.
Fungsi hubungan
Masyarakat / Publisitas
Fungsi hubungan masyarakat
dapat dibagi atas empat hal yang dianggap penting yaitu :
1.
Hubungan pers :
menyajikan berita dan informasi tentang organisasi secara sangat positif
2.
Publikasi produk :
mensponsori berbagai usaha untuk mempublikasikan produk tertentu
3. Komunikasi perusahaan :
mempromosikan pemahaman tentang organisasi bersangkutan baik melalui komunikasi
internal maupun eksternal.
4. Lobi : berhubungan
dengan badan pembuat undang-undang dan pejabat pemerintah guna mendukung atau
menentang undang-undang dan peraturan.
5. Pemberian nasihat :
menasihati manajemen mengenai masalah publik dan posisi serta citra perusahaan.
Pemberian nasihat itu meliputi pemberian nasihat ketikaterjadi kesalahpahaman
masyarakat terhadap produk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar