Alasan Menyimpan Kas dan Melakukan Kredit



Motif transaksi: untuk melakukan pembayaran, seperti pembelian, gaji pajak, dividen, dan lain-lain yang timbul dari operasi bisnis sehari-hari.
Motif spekulasi: untuk mengambil keuntungan dari kesempatan sementara, seperti penurunan
tiba-tiba harga bahan mentah.
Motif berjaga-jaga: untuk menjaga keselamatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan kas.  Semakin jelas arus kas masuk dan keluar, semakin sedikit kebutuhan akan kas untuk berjaga-jaga. Kemampuan untuk meminjam dengan segera jika membutuhkan kas juga dapat megurangi kebutuhan untuk memenu motif ini. 

Anggaran Kas
  • Anggaran kas (cash budget) adalah suatu skedul yang menyajikan arus kas (penerimaan, pengeluaran, dan kas bersih) untuk suatu perusahaan selama periode tertentu.
  • Penyusunan anggaran kas:
    1. Penagihan atau pembayaran
    2. Keuntungan atau kerugian pada bulan bersangkutan
    3. Surplus kas atau pinjaman yang diperlukan
Kebijakan Penjualan Kredit
Kebijakan penjualan kredit (credit policy) adalah serangkaian keputusan yang mencakup periode kredit, standar kredit, prosedur penagihan, dan diskon yang ditawarkan. Kebijakan penjualan kredit mengandung empat unsur:
  • Periode kredit, yaitu jangka waktu antara terjadinya penjualan hingga tanggal jatuh tempo pembayarannya.
  • Diskon yang diberikan untuk mendorong pembayaran yang lebih cepat
  • Standar kredit, yaitu persyaratan minimal atas kemempuan keuangan daripada pelanggan agar bisa membeli secara kredit
  • Kebijakan mengenai penagihan, yaitu sampai sejauhmana tindakan atau keloggaran yang diberikan perusahaan atas piutang yang tidak dibayar pada waktunya .
Standar Kredit
  • Standar kredit (credit standards) adalah standar yang menetapkan kemampuan finansial minimum dari calon pelanggan agar dapat memperoleh pembelian secara kredit.
  • Metode tradisional untuk mengukur kualitas kredit, di mana belum digunakan sistem komputerisasi, adalah dengan menyelidiki calon pembeli kredit berdasarkan lima faktor yang disebut 5 K.
  1. Karakter mengacu sampai sejauh mana pelanggan berusaha memenuhi kewajiban kreditnya. 
  2. Kapasitas adalah penilaian subyetif mengenai kemampuan pelanggan untuk membayar. 
  3. Kapital dapat dilihat dari analisa laporan keuangan perusahaan. 
  4. Koleteral atau agunan/jaminan adalah setiap aktiva yang ditawarkan pelanggan sebagai jaminan agar         memperoleh kredit. 
  5. Keadaan mengacu pada kecenderungan umum perekonomian serta perkembangan yang terjadi di daerah tertentu atau pada sektor ekonomi tertentu yang bisa mempengaruhi kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.
Sumber Sistem Informasi
Pengelolaan departemen penjualan kredit memerlukan informasi yang cepat, akurat, dan mutahir. Untuk meyediakan data semacam ini, National Association of Credit Management di AS membangun jaringan telekomunikasi komputer guna mengumpulkan, menyimpan, dan menyebarluaskan informasi kredit.  Laporan kredit lazimnya memuat informasi:
  1. Iktisar neraca dan perhitungan rugi-laba 
  2. Sejumlah rasio kunci dan kecenderungannya 
  3. Informasi dari bank serta pemasok perusahaan sehubungan dengan pemenuhan kewajiban kredit oleh perusahaan bersangkutan 
  4. Penjelasan mengenai kondisi fisik dan fasilitas perusahaan 
  5. Penjelasan mengenai latar belakang pemilik perusahaan, yang meliputi kepailitan, gugatan, penyelewengan, dan sebagainya yang pernah dialami 
  6. Penilaian akhir atas kredibilitas perusahaan dengan A+ untuk terbaik hingga F untuk yang terburuk


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan Kredit


  • Laba yang dapat dihasilkan

  • Pertimbangan hukum dalam pemberian kredit

  • Perangkat kredit
 
 
 





 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar