A. Jenis
Ikan mas (Cyprinus carpioL) merupakan salah satu jenis ikan yang
termasuk family Cyprinidae, subordo cyprinoidea, ordo ostariophysi, subkelas teleostei.
termasuk family Cyprinidae, subordo cyprinoidea, ordo ostariophysi, subkelas teleostei.
Diantara jenis ikan tawar, ikan mas memang paling populer di masyarakat. Selain dikenal dengan nama ikan mas, jenis ikan ini pun sering disebut dengan nama ikan karper ataupun ikan tombro. Ikan mas yang dikenal selama ini ternyata berasal dari Cina dan Eropa atau persilangannya. Oleh karena itu, tidaklah heran kalau akibat persilangannya tersebut, kini telah banyak dikenal ras ikan mas. Beberapa contoh ras ikan mas itu adalah mas merah, si nyonya, Taiwan, Majalaya, punten, kaca, dan kumpey.
A. Persyaratan Pembesaran
Di alam aslinya ikan mas biasanya hidup di perairan sungai hingga danau maupun genangan air lainnya yang berada pada daerah dengan ketinggian 150-600 m dpl.
Perairan yang disukai adalah perairan yang ber-pH 7-8, suhu optimal 20-25 oC dengan debit air yang tidak begitu besar.
Ikan mas termasuk ikan ommivora (pemakan segala) sehingga segala jenis makanan mulai dari dedaunan hingga serangga menjadi santapannya.
Ikan mas ini dapat dibesarankan pada berbagai bentuk kegiatan pembesaran seperti kolam tanah, kolam beton, kolam terpal, kolam air deras, karamba, kantong jarring apung. Tergantung sarana pembesaran yang ada atau tersedia di lokasi.
B. Tenik Pembesaran
Bila lokasi telah didapat, sarana pembesaran telah disiapkan, maka langkah berikutnya adalah usaha pembesaranan ikan. Berikut ini diuraikan bagaimana teknik pembesaran ikan mas dalam kolam tanah.
- Merancang kolam jaring
· Ukuran kantong jaring tidak trerbatas, namun yang digunakan pada kali ini adalah 2x2x2 m. jaring dapat dibeli di took-toko perikanan yaitu berupa jaring polyethylene No.380 D/15 ukuran 1 inci untuk wadah pembesaran dan kita tinggal mendesain sesuai keinginan.
· Buat rakit yang disesuaiakan dengan ukuran kantong jaring yang telah dibuat. Rakit dapat dibuat dari bambu, kayu atau pipa besi. Sebagai pelampung dapat dibuat dari drum plastik. Jerigen plastik, atau ban bekas mobil yang diisis gabus Styrofoam.
· Agar tidak berpindah posisi maka diberi jangkar atau patok kayu.
- Pelaksanaan Pembesaran
Padat penebaran ikan dalam suatau pembesaran dipengaruhi banyak faktor diantaranya jenis ikan, ukuran ikan, hingga system pembesaran. Padat penebaran ikan yang dilakukan pada kesempatan ini adalah sebanyak 5.000 ekor benih ikan.
Penebaran ikan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat kondisi perairan tidak begitu panas. Agar tidak stress, sebelum penebaran perlu dilakukan aklimatisasi sekitar 10-30 menit dengan cara dibiarkan terapung kemudian dimasukkan air sedikit demi sedikit, sampai kondisinya sama dengan lokasi penebaran.
Setelah usia ikan kurang dari 14 hari, ikan dipindahkan ke kolam tanah dengan luas 7 x 30 m, yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan cara kolam tersebut dikeringkan kemudian dibajak lalu dikeringkan total selama 7 hari. Setelah 7 hari dilakukan pemupukan menggunakn pupuk urea dan kandang. Kemudian kolam diisi air dan didiamkan selama seminggu. Setelah itu ikan di kantong jaring dipindahkan ke kolam tesebut.
Setelah usia ikan kurang dari 14 hari, ikan dipindahkan ke kolam tanah dengan luas 7 x 30 m, yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan cara kolam tersebut dikeringkan kemudian dibajak lalu dikeringkan total selama 7 hari. Setelah 7 hari dilakukan pemupukan menggunakn pupuk urea dan kandang. Kemudian kolam diisi air dan didiamkan selama seminggu. Setelah itu ikan di kantong jaring dipindahkan ke kolam tesebut.
Pemberian Pakan
Pada bulan pertama pemeliharaan, setiap hari diberi pellet sebanyak 4% dari berat total ikan, pada bulan kedua dikurangi menjadi 3,5% dan bulan ketiga dan keempat menjadi 3%, dan bulan kelima 2,5% dan bulan berikutnya menjadi 2%.
Setiap hari, ikan yang dipelihara diberi pellet sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang dan sore hari. Porsi pemberian pakan dibagi rata. Pemberian pakan hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit sesuai dengan nafsu makan ikan. Pakan sebaiknya disebarkan di bagian tengah kolam.
Selain pakan berupa pellet, pakan tambahan lainnya dapat juga diberikan seperti dedak, tanaman air, dedaunan, sisa dapur, dan lain-lain.
Pengontrolan
Selain pemberian pakan, kegiatan lain yang tidak boleh diabaikan adalah pengontrolan yaitu terhadap kualitas air, kesehatan ikan, keadaan kolam maupun keamanan lingkungan.
Panen
Panen dapat dilakukan jika pemeliharaan 4-5 bulan atau ikan mencapai ukuran komsumsi 500-1000 g/ekor. Panen bias dilakukan secara selektif atau total. Panen selektif dilakukan dengan menggunakan pukat dan kelambu, sedangkan panen total dilakukan dngan mengerinkan kolam.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar