Teknik Pembesaran Ikan Nila di Kolam Terpal Bundar

A. JENIS 
Ikan Nila (Tilapia Niloticus) merupakan salah satu jenis ikan intoduksi dari benua Afrika. Ikan ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1969 di danau Tempe. Kemudian, ikan berkembang pesat ke seluruh wilayah Indonesia karena mempunyai sifat yang adaptif terhadap lingkungan.
Beberapa jenis ikan nila juga telah masuk ke Indonesia, di antaranya ikan nila GIFT (genetic improvement for Tilapia) yang didatangkan tahun 1994 dan 1996. Adapun ikan nila GET (genetic enhancement Tilapia) pada tahun 2002 dari Filipina. Kemudian ikan nila Singapura dan Taiwan serta Chitralada dari Thailand juga ikut dalam meramaikan peredaran peredaran jenis ikan nila di Indonesia.
B. PERSYARATAN PEMBESARAN 
Di alam aslinya ikan nila biasanya hidup di perairan sungai hingga danau maupun genangan air lainnya yang berada pada daerah dengan ketinggian 150-600 m dpl. Perairan yang disukaiadalah perairan yang ber-PH 7-8, suhu optimal 20-25 oC dengan debit air yang tidak begitu besar. Ikan nila ini dapat dibesarkan pada berbagai bentuk kegiatan pembesaran seperti kolam tanah, kolam beton, kolam terpal, kolam air deras, keramba, kantong jaring apung, tergantung sarana pembesaran yang ada atau tersedia di lokasi.
Pemilihan lokasi berperan penting dalam menunjang keberhasilan budidaya. Dalam memilih lokasi, ada dua faktor yang perlu diperhatikan, yaitu ketersediaan sumber air dan keamanan. Ketersedian air merupakan faktor yang sangat penting karena air merupakan media tempat hidup ikan. Selain air, faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi adalah keamanan, baik dari segi bencana alam maupun faktor sosial. Pemilihan lokasi harus terhindar dari faktor keamaan dari aspek bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Selain itu yang dimaksud dengan faktor keamaanan dari aspek sosial adalah pencurian. Lokasi yang tidak aman tentu dapat mengurangi keuntungan dari kegiatan budidaya yang dilakukan. Pemilihan lokasi yang tepat adalah kolam terpal bundar.
C. TEKNIK PEMBESARAN
Berikut ini diuraikan bagaimana teknik pembesaran ikan nila dalam kolam terpal bundar:
  • Merancang Kolam Terpal Bundar
Kolam terpal bundar yang digunakan pada kali ini berdiameter 3 meter, kolam terpal bundar fullset dapat dibeli di THANZOR Farm yang dimana setiap unit/fullsetnya terdiri dari:
  1. Terpal bulat terpaulin ORCHID
  2. Rangka wiremash
  3. Talang karpet
  4. Pipa pembuangan
  5. Saringan pembuangan
  6. Slang pelindung
  7. Kabel ties
  8. Tali
   
  • Fermentasi Air (BIOFLOK)
Budidaya bioflok memiliki keunggulan sangat banyak, diantaranya meningkatkan kelangsungan hidup ikan dan tanpa pergantian air. Kualitas air juga sangat baik dengan ber-PH 7-8 dan air tidak tidak berbau sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar dan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman, seperti sayur-ayuran dan buah-buahan.
Adapun Tahapan Fermentasi Air (Bioflok) sebagai berikut: 
(I) Masukkan air 50-70 cm;
(II) Masukkam kaporit 150 ml;
(III) Hari ke-4 tambahkan garam 5-7 kg;
(IV) Hari ke-6 tambahkan Molase 500 ml;
(V)   Hari ke-7 campurkan probiotik 220 ml ke dalam 10 liter air, aduk sampai rata, diamkan selama 30-120 menit, kemudian  siram merata ke semua sisi kolam;
(VI) Hari ke-10 tambahkan 1 biji nanas yang sudah di blender;
(VII) Hari ke-12 campurkan batu kapur perikanan (dolomit) 500 gram ke dalam 10 liter air, aduk rata lalu saring, ambil air dan pastikan ampasnya tidak ikut. Kemudian siram merata ke semua sisi kolam;
(VIII) Hari ke-14 penebaran benih.
Selama proses tahapan fermentasi air (bioflok) dan pemebesaran ikan, pastikan aerator (oksigen) tetap menyala hingga panen.
  • Pelaksanaan Pembesaran
Penebaran benih 
Padat penebaran benih ikan dalam suatu pembesaran dipengaruhi banyak faktor diantaranya ukuran ikan, padat penebaran yang dilakukan pada kesempatan ini adalah sebanyak 1.500 ekor benih ikan. Penebaran ikan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat kondisi perairan tidak begitu panas. Agar ikan tidak stres, sebelum penebaran benih perlu dilakukan aklimatisasi sekitar 10-30 menit dengan cara dibiarkan terapaung kemudian dimasukkan air sedikit demi sedikit, sampai kondisinya sama dengan lokasi penebaran.
Pemberian Pakan
Pada bulan pertama pemeliharaan, setiap hari diberi pellet sebanyak 4% dari berat total ikan, pada bulan kedua dikurangi menjadi 3,5% dan bulan ketiga 3%, dan bulan keempat 2,5%. 
Setiap hari, ikan yang dipelihara diberi pellet sebanyak 3 kali yaitu pagi, siang, sore hari, pemberian pakan disiang hari dapat digantikan dimalam hari. Porsi pemberian pakan dibagi rata  dan pemberian pakan hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit sesuai nafsu makan ikan, pada saat pemberian pakan sebaiknya disebarkan di bagian tengah kolam.
Pengontrolan
Selain pemberian pakan, kegiatan lain yang tidak boleh diabaikan adalah pengontrolan yaitu terhadap kesehatan ikan, keadaan kolam, keamanan lingkungan, dan yang palin penting kualitas  air. Untuk menjaga kualitas air (bioflok) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
(I) Buang air setiap hari sebanyak 1-5 liter. Dan tambahkan air 10-100 liter setiap 3 dan atau 4 hari "setiap penambahan air, tambahkan 200-1.000 gram ke dalam 10 liter air, aduk sampai garam larut, kemudian siram merata ke semua sisi kolam";
(II) Puasakan ikan setiap hari senin dan kamis. Lalu campurkan 100 ml molase dan 50 ml probiotik ke dalam 5-10 liter air, aduk sampai rata, diamkan selama 30-120 menit, kemudian siram merata ke semua sisi kolam;
(III) Tambahkan 1 kg batu kapur perikanan (dolomit) bila PH air kurang dari atau sam dengan 6.
(IV) Jika ikan tidak mau makan, tindakan yang dapat dilakukan yaitu:
       a). tambahkan 1 kg garam di pagi hari,
       b). tambahkan 1 kg batu kapur (dolomit) di malam hari,
       c). puasakan ikan selama sehari,
       d). tambahkan jamu/obat nafsu makan ikan.
(V) Jika air berbusa, lakukan langkah berikut:
       a). buang air 10% dan tambahkan air baru,
       b). tambahkan 3-7 kg garam di pagi hari,
       c). tambahkan 1 kg batu kapur (dolomit) di sore hari,
       d). puasakan ikan selama sehari,
       e). tambahkan aerasi (oksigen),
        f). tambahkan larutan campuran molase dan probiotik.
Panen
Panen dapat dilakukan jika pemeliharaan 3-4 bulan  atau ikan mencapai ukuran komsumsi 500-1.000 gram/ekor. Panen biasanya dilakukan secara selektif dan mengeringkan kolam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar