Keputusan Tentang Penetapan Produk

Strategi secara terminologi berasal dari kata strategia yang merupakan bahasa Yunani yang berarti "the art of general". Kalimat tersebut bisa diartikan sebagai seni yang biasa digunakan oleh pangilma dalam sebuah peperangan supaya
kelompoknya bisa menang. Namun, pengertian dari strategi tentunya tidak sesederhana ini di masa sekarang. Maka dari itu, banyak ahli yang memberikan definisi dari strategi yang secara umum berkaitan dengan sebuah organisasi.
Strategi sebagai serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. Siagian lebih cenderung mengemukakan pendapatannya tentang bisnis. Dalam pengertian ini, strategi diartikan sebagai suatu keputusan atau kebijakan yang dibuat petinggi organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dan kebijakan tersebut harus dilaksanakan oleh seluruh pihak dalam sebuah organisasi.
Strategi adalah merupakan suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai peyusunan suatu ara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Jadi, secara umum strategi merupakan suatu teknik yang disusun untuk mencapai sebuah kemenangan atau tujuan tertentu. Strategi ini pada umumnya berkaitan dengan organisasi, di mana strategi dirancang oleh petingi atau pemimpin organisasi supaya langkah yang dilakukan oleh organisasinya dapat mencapai sasaran ataupun tujuan jangka panjang dari organisasi
Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk di konsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaannya. Produk mempunyai wujud tertentu dan sifat – sifat fisik tertentu, disamping itu terdapat tenggang waktu antara saat diproduksinya suatu produk dengan saat dikonsumsinya produk tersebut oleh konsumen. Berdasarkan sifat produksinya, produk dapat digolongkan menjadi perishable product yaitu sifat produk yang mudah rusak atau kadaluarsa karena ketidakmampuannya untuk disimpan. Adapun yang termasuk perishable product merupakan produk yang memiliki siklus hidup relatif singkat seperti sayuran, roti, makanan cepat saji, surat kabar, tabloid, majalah, dll. Hampir semua yang termasuk produksi adalah benda nyata yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. Karena produk adalah benda nyata, maka jenisnya cukup banyak.
Pengertian produk (product) menurut Kotler (2009) adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
Pengertian produk menurut Stanton (1996) adalah suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
Menurut Kotler dan Keller (2008), produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa produk adalah segala sesuatu baik berwujud barang atau jasa yang digunakan untuk memuaskan konsumen, dimana setiap barang atau jasa tersebut memiliki manfaat yang berbeda. Pembeli dalam membeli setiap barang tidak hanya membeli sekumpulan atribut fisiknya tetapi lebih dari itu. Pembeli bersedia membayar sesuatu yang diharapkan agar dapat memuaskan keinginan dan kebutuhannya.
Produk adalah unsur pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran. Tanpa sebuah produk baik barang dan jasa, maka suatu perusahaan akan tidak dapat bersaing dengan perusahaan lainnya (atau tidak akan bisa eksis). Oleh karena itu, keputusan tentang penetapan produk apa yang semestinya diproduksi dan dipasarkan merupakan hal yang penting untuk diketahui. Strategi produk membutuhkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi atas: Produk, Lini produk, Merek, Pengemasan dan Pelabelan. Produk biasanya mengacu kepada kebutuhan dan keinginan serta kemampuan produksi, dan diharapkan menguntungkan terhadap konsumen dan perusahaan. Yang berarti konsumen produk tersebut harus terpenuhi kebutuhan dan keinginannya, sedangkan bagi perusahaan dilihat dari biaya yang harus dikeluarkan dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar